Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Salah satu amalan yang dianjurkan untuk mendapatkan keutamaan malam tersebut adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan beribadah kepada Allah. I’tikaf menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Silahkan yang sudah mendaftar harap segera melakukan
Daftar ulang offline di Masjid Al Fatih semarang tanggal 10-15 Ramadhan
apabila tidak melakukan daftar ulang maka diianggap mundur dari kepesertaan
عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْءَانَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
dari Ibnu Abbas ra berkata; Nabi ﷺ adalah manusia paling dermawan, terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as mendatanginya, dan Jibril as mendatanginya setiap malam bulan Ramadhan dan dia mengajarkan al-Quran kepada Beliau ﷺ. Sungguh Rasulullah ﷺ ketika didatangi Jibril as kedermawanannya jauh melebihi daripada angin yang berhembus.
(HR. al-Bukhari: 3290)
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ
عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
Dari Zaid bin Khalid Al Juhani dari Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, ditulis baginya sebagaimana pahala yang berpuasa dengan tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.
(HR. Ahmad: 16419)